26 JUNI 2019

“Saya menilai perjalanan cinta Ibu dan Bapak lebih romantis dibanding orang tua lainnya karena Ibu dan Bapak saling memuliakan satu sama lain. Hal itu sangat susah dicari di perjalanan cinta orang tua lainnya. Saya berharap sifat itu muncul juga di diri anak Ibu dan Bapak.”

Sebuah kalimat itu pada akhirnya terucap dengan begitu meyakinkan tatkala pertanyaan “Mengapa Mas hendak ingin berkenalan dengan anak Saya?” .

Harapan Ibu, anak-anak Ibu mendapat imam yang dapat membawa ketaatan pada Allah. Dibimbing selalu dalam kebaikkan, dapat mengangkat derajatnya, disayangi, dibahagiakan. Saling menghargai, saling menghormati, saling membantu, saling berbagi, saling mengingatkan, dan terutama dapat menjaga orang tua saat lemah.

“Ibu, jika boleh disampaikan juga tidak ada niatan saya tertarik karena harta dari wanita. Hal tersebut salah satu dari sekian faktor yang membuat saya ragu untuk mengutarakan sejak lama. Jika diperbolehkan saya ingin memulai dengan sederhana, dengan yang belum dimiliki dari awal.” Kataku lagi menutup perbincangan.

Malam itu salah satu malam terpanjang dalam hidupku. Aku merenungi setiap perkataan yang keluar mulut Beliau. Gundah dan bahagia tercampur dalam satu balutan rasa. Aku tidak bisa tidur nyenyak malam itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *